1056174754
Kabar Peristiwa

Anak Seorang Oknum Petinggi yang Masih Dibawah Umur Berselisih, Sampai ada Indikasi Penculikan

32 Views

JEPARA – Dugaan Indikasi Penculikan, penganiayaan dan pengancaman pembunuhan terhadap anak di bawah umur yang di lakukan oleh salah seorang oknum Petinggi/Kepala Desa Lantaran membela anaknya sendiri yang ribut dengan temannya pada hari Senin, 2 Januari 2023 Pukul 14:30 Wib.

Kejadian tersebut terjadi di salah satu Desa di Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Tengah, Minggu 8 Januari 2023.

Berdasarkan hasil Investigasi di lapangan dengan dasar pengakuan korban juga saksi-saksi dan orang tuanya bahwa peristiwa itu berawal dari sepulang sekolah seorang anak oknum Petinggi/Lurah benama PA bersimpangan di jalan dengan FR dengan mbleyer-bleyer sepeda motornya, sambil nungging FS sempat menegurnya jangan menhina dan begitu sampai di rumah di rasa sudah tidak ada masalah.
Saat FS bermain di Dukuh Beduk, dia di cari oleh PA dan orang tuanya HP seorang yang merupakan oknum Petinggi, dengan menggunakan sepeda motor. Usai mendatangi tempat bermain FS, HP pergi begitu saja.

Tidak selang beberapa lama PA bersama orang tuanya HP kembali menemui FS membawa mobil. Tanpa basa-basi FS langsung di masukkan ke mobil di bawa ke Rumah Oknum Petinggi tersebut sambil di pukulin oleh anak oknum Petinggi tersebut.

Fs mengatakan dirinya dipukuli beberapa kali, namaun FStidak berani melukan perlawanan karena PA sama orang tuanya yaitu oknum petinggi, FS mengatakan bapaknya atap oknum petinggi tersebut bilang pateni wae Nang tak buak’e nek kali mosari,” ujar FS menirukan oknum petinggi.

Berdasarkan keterangan saksi yang merupakan warga dukuh Beduk yang melihat kejadian tersebut dirinya membenarkan pengakuan korban dan orang tuanya sambil menjelaskan bahwa, “awalnya memang oknum Petinggi datang dengan sepeda motor dan langsung pergi, saya kira gak ada masalah apa-apa,” jelas saksi mata yang tidak mau disebut namanya.

“Ternyata selang beberapa waktu oknum Petinggi datang bersama anaknya dengan membawa mobil, dan langsung membawa FS di bawa masuk ke dalam mobil tidak tahu di bawa kemana,”tambahnya

Menurut keterangan saksi lain saat oknum Petinggi tersebut di tanya mau di bawa kemana, dirinya menjawab mau di bawa ke Polres.

Usai kejadian itu, paginya FS mengalami mual dan muntah-muntah lalu di bawa ke Rumah Sakit RSUD Kartini, namun keluarga korban merasa penangan di RSUD penanganan agak lambat menurut keluarga FS, akhirnya di bawa ke Rumah Sakit Graha dan di minta okname dan melakukan visum,”jelas orang tua korban FS.

Atas kejadian tersebut Keluarga FS merasa tidak terima akhirnya  melaporkan kejadian penganiayaan yang dilakukan  anak oknum petinggi tersebut ke SPKT Polres Jepara.

Yos/Tim/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *